Turning Targets #7 – Pseudo Partisipative Project

Pameran Presentasi PSEUDOPARTISIPATIF

Pseudopartisipatif #1

Pembukaan: 20 Desember 2013
Pameran: 20 Desember 2013 – 15 Januari 2014

20 Desember 20 13: Pembukaan dan Live Performance oleh Andy Sri Wahyudi
24 Desember 2013: Live Performance Gatot Danar Sulistiyanto bersama Warsono Kliwir
10 Januari 2013: Live Performance Linda Mayasari bersama Pandorarimaji

Bagaimana sesungguhnya seniman itu mengapresiasi karya-karya sesama seniman, bagaimana seniman misalnya mengapresiasi sesama individu seniman atas dasar kekaryaannya? Apakah sebatas pada pola hubungan subyek ke obyek? Atau subyek ke subyek? Kapan subyek menjadi obyek, dan kapan obyek menjadi subyek? Lalu bagaimana pula cara-cara kerja pola hubungannya? Apakah dengan membeli, mengoleksi dan menyimpan? Apakah dengan mendokumentasikannya, menginventarisir, dan membuat kategori? Apakah dengan meniru, mencontoh dan menjiplak? Mungkin dengan mencatat dan menuliskan? Mengulangi mencatatnya kembali dan menuliskannya lagi. Gabungan dari semua cara itu, mungkinkah subyek terinspirasi untuk menciptakan sendiri obyek-obyek dan subyek-subyek selanjutnya? Dari sana terbayanglah segera penciptaan dan pembentukan macam-macam pola hubungan, interaksi antara subyek dan obyek. Berulang-ulang, simpang siur, tumpang tindih dan saling menemukan irama masing-masing. Pada pola dialog interaktif kegiatan apresiasi yang seperti ini, tentu melibatkan banyak pengambilan logika sebagai alat, menjadi analitis adalah sifat konsekuensinya sehingga, seluruh kapasitas kesadaran intelektual seseorang atau lebih akan bekerja secara penuh. Ini adalah teori yang dibangun dari pengalaman, … dipatok kemudian menjadi harapan, menjadikannya pengalaman-pengalaman baru bagi pengambilan teori-teori selanjutnya!

Pameran dan presentasi seni di sini barangkali akan bisa bercerita membongkar pengalaman dari beberapa saja, dari cara dan pola hubungan subyek-obyek yang sangat kompleks itu. Presentasi pameran ini merupakan petilan pendek dari rangkaian panjang  proyek ‘Pseudopartisipatif#1’ yang mengetengahkan 6 format proyek partisipatif seni lintas media dan lintas disiplin. Pameran dan presentasinya, dimaksudkan tetap sebagai upaya menjaga respon-respon segar tak terduga, dokumentatif sekaligus eksperimentatif, dialog-dialog ‘pseudo-komunikasi’ partisipatif antar partisipan dan media-medianya. Justru mulai terjadi pada beberapa spot kecil-kecil di atas permukaan penampang irisan tengahnya seluruh bentuk proyek ini. Pameran presentasi ‘Pseudopartisipatif#1’ akan diikuti oleh Pseudopartisipatif#2, #3 dan seterusnya. Dalam pameran presentasi ini terendus dengan cepat, terlacak dengan jelas, dialog interaktif hasil-hasil terjemahan bebas apresiasi antar seniman. Enam proyek seni ini diinisiasi oleh tujuh orang seniman dari 14 seniman partisipan proyek ‘Pseudopartisipatif’, yang bertahan menyelesaikan Buku Pseudopartisipatif, terbit awal bulan Januari 2014.

Pseudopartisipatif #1: Melati Suryodarmo dengan dokumentasi sebuah re-enactment dari, performance art karya Iwan Wiyono berjudul “Free Market (2007)”. Agnesia Linda-Terra Bajraghosa-Asita-Pandorarimaji dengan alih wahana komik pada penciptaan dan penataan gerak/tari Pandoraimaji, Andy Sri Wahyudi dengan ‘performance’ pada musik-musik komposisi Tony Maryana, Gatot Danar Sulistiyanto/Warsono Kliwir/Nindityo Adipurnomo dengan terjemahan bebas media pada instrumen-instrumen musik nusantara Bambu Wukir, Terra Bajraghosa dengan video interaktif respon video-video dokumentasi Pseudopartisipatif, bersama Zulhiczar Arie dengan Teks-Audio dokumentasi Ace House Collective Group.

Proyek Pseudopartipatif, menjadi platform terbuka dalam menginisiasi dan menggagas permenungan reflektif, merunut dan merancang ulang variasi alternatif proses penciptaan pada kerja kesenian. Mengasumsikan independensi kedaulatan ekpresi, seakan-akan ‘terpisah’ dari perputaran mekanisme menajemen korporasi industri budaya. Proyek antar generasi ini merekrut keterlibatan seniman lintas disiplin dan lintas media (perupa, penari, musisi dan teater dan video). Mengaplikasikan pendekatan bertahap/berjangka dalam setahun melalui kurikulum ‘artistic retreat’, ‘artistic investigation’, ‘focused group discussion’; berakhir pada penciptaan kerja seni partisipatif. Harapan dan klaim berambisi yang di patok pada proyek ini adalah advokasi dan revitalisasi keragaman etika dan estetika kesenian lokal. Partisipan yang telah menyelesaikan seluruh kurikulum investigasi, presentasi dan penerbitan buku adalah Gatot Danar Sulistiyanto (Komponis-Musikolog), Andy Sri Wahyudi (Penulis-aktor Mime), Muhamad Yusuf (Pelukis-Grafis), Wimo Ambala Bayang (Fotografer- Video), Bambang Toko (Pelukis-Komik), Luqi Lukman (Grafis), Terra Bajraghosa (Pelukis-Komik-Video), Mulyakarya (Kelompok penggiat komik), Setu Legi (Instalasi-Pelukis), Jompet Kuswidananto (Instalasi dan Penata Panggung), Melati Suryodarmo (Performance), Zulhiczar Arie (Videografer), TheDeoMixBlood (Toys Custom), Linda Mayasari (Penari-Aktor Teater), Nindityo Adipurnomo (Pelukis-Instalasi) dan Naomi Srikandi (Aktor Teater-Penulis) sebagai pengamat di luar partisipan. (Nindityo Adipurnomo)

Menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh narasumber yang telah didatangkan oleh para partisipan dalam masing-masing FGD presentasi.

Your files have downloaded successfully into the My Downloads folder.

Currently using 36% of your storage space.