Turning Targets #2 – Forum Kurator Muda

Young Curator's Forum Part 2 (8 March 2013) Participants and the jury
Young Curator's Forum Part 2 (8 March 2013)
Young Curator's Forum Part 2 (8 March 2013) Presentation by MG Pringgotono (Jakarta)
Young Curator's Forum Part 2 (8 March 2013)
Young Curator's Forum Part 2 (8 March 2013) Presentation by Sally Texania (Bandung)

9 Januari 2013 , 16.00 – 20.00, di LIP-IFI Yogyakarta

Diskusi panel tentang ‘praktik kuratorial’ dengan Enin Supriyanto, Agung Hujatnika, Sujud Dartanto dan Alia Swastika.

10, 11, 12 Januari 2013

Forum / Workshop dengan 17 peserta kurator muda terpilih dari Jakarta, Bandung dan Yogyakarta di Rumah Seni Cemeti.

5,6,7,8 Maret 2013

Forum / Workshop dengan 17 peserta yang sama di Rumah Seni Cemeti, presentasi proposal oleh masing-masing peserta.

September, November 2013

Dua kurator muda yang terseleksi akan merealisasikan proposal mereka dalam proyek pameran.

Workshop kurator ini akan diselenggarakan dengan kombinasi diskusi, dengan metode mentoring dengan fasilitator untuk merangsang kemunculan kurator muda di Indonesia. Peserta workshop akan membagi pengalamannya, dan pada saat yang sama, akan didorong untuk menyuarakan ide dan konsepnya. Sesi-sesi diskusi ini akan dibawakan oleh kurator yang telah mapan, seniman, pemilik galeri, dan bagian institusi seni dengan bahasan:

  • diskusi mengenai peran kurator dalam bidang seni secara luas
  • konteks politik dalam penciptaan seni
  • infrastruktur dan kekuatan pasar
  • menghimpun pengetahuan dan penciptaan wacana
  • globalisasi kesenian pada masa kini

Para pembicara tamu diharapkan lebih berperan sebagai fasilitator yang mampu memancing peserta untuk melihat kasus-kasus yang ditampilkan dalam berbagai perspektif yang berbeda. Setelah itu, para peserta didorong untuk menciptakan satu proposal kuratorial yang akan diwujudkan menjadi pameran pada bulan September dan November 2013.

Metode mentoring merujuk pada sejarah pendidikan seni di Indonesia pada masa lalu yang banyak mengandalkan metode sanggar, dimana para empu atau senior membagi pengalaman secara langsung kepada generasi yang lebih muda. Pada kenyataannya, jika kita merefleksikan kembali pada konteks masa kini, tampak bahwa metode sanggar dan nyantrik ini menunjukkan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi dalam pedagogi. Selain itu, metode ini juga menyaran pada praktik, sesuatu yang dibutuhkan ketika seorang kurator mulai bekerja di lapangan.

Forum Kurator muda ini menjadi pilot project untuk Akademi Kurator yang nantinya akan dikembangkan oleh Yayasan Biennale Yogyakarta.

Program ini dilaksanakan berkolaborasi dengan Alia Swastika dan Yayasan Biennale Yogyakarta.

Your files have downloaded successfully into the My Downloads folder.

Currently using 36% of your storage space.